Selasa, 15 Mei 2012

PEMBAGIAN ISIM DALAM BAHASA ARAB


Pembagian Isim (kata benda)


Isim yang ditinjau dari jenisnya,
Dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:
    1. Isim Mudzakkar (مُـذَكَّـرٌ)
      Yaitu isim yang menunjukkan pada laki-laki atau yang dilaki-laki-kan.
      Misal:
      Bapak
      (أََبٌ); seorang lelaki (رَجُـلٌ); Ustad/Guru laki-laki (استاذ)
Kursi (كرسيّ); buku (كِـتـاَبٌ). Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

    1. Isim Muannats (مُؤَنَّثٌ)
      Yaitu isim yang menunjukkan pada perempuan atau yang diperempuan-kan.
      Misal:
      Ibu
      (أُمٌّ) ; seorang wanita (اِمْـرَأَةٌ) ; Ustazah/Guru Perempuan(استاذة); tangan (يَـدٌ) ; Langit (السّماء) ; Hordeng (ستارة) dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Catatan:

Di antara tanda (ciri) bagi isim muannats :
§  Nama perempuan atau yang menunjukkan perempuan.
Misal :
Fatimah
(فاتمة), ibu (أُمُّ)

§  Adanya ta’ marbutoh (ة)
Misal:

Hordeng
(ستارة) ; Penggaris (مسطرة) ; guru perempuan (مُدَرِّسَـةٌ)

Ada juga beberapa isim muannats yang tidak memiliki tanda-tanda di atas. Yakni isim yang bisa di katakan berpasang-pasangan, hal itu di katakana muannats.
Misal :
Tangan
(يَـدٌ) ; telinga (أُذُنٌ) ; api (نَـار) ; langit (السَـمَـاءُ); bumi (الأرْضُ) ; matahari (الشَـمْسُ) ; jiwa (نَفْـسٌ) ;dll.

  • Isim yang di tinjau dari jumlahnya
Dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu:

    1. Isim Mufrod (مُـفْـرَدٌ)
      Yaitu isim yang menunjukkan jumlah tunggal (satu), baik mudzakkar ataupun muannats.
      Misal:
      Seorang Mu’min
      (مؤمن) ; seorang Mu’minah (مؤمنة).

    1. Isim Mutsanna (مُـثَـنَّـى)
      Yaitu isim yang menunjukkan jumlah dua.
      Misal:
      Dua orang Mu’min
      (مؤمنين-مؤمنان) (Mu’minaani atau Mu’minaini);
      Dua orang Mu’minah
      (مُؤمَنــتَـانِ  مُؤمَنـتَـاـنِ) (Mu’minataani atau Mu’minataini).
Cara membuat isim mutsanna:

“harokat akhir dari isim mufrod diganti fathah, kemudian akhir kata tersebut ditambahkan alif dan nun atau ya dan nun, dengan nun-nya dikashroh

    1. Isim Jama' (جَمْعٌ)
      Yaitu Isim yang menunjukkan jumlah banyak (lebih dari dua):
1.      Jama' Mudzakkar Salim (جَـمْـعُ الـمُـذَكَّـر السَـالِـمُ))
yaitu Isim yang menunjukam jumlah banyak untuk laki-laki.
Misal:
Para muslim
(مُـسْلِـمُـوْنَ  مُـسْلِـمِـيْـنَ) (muslimuuna atau muslimiina)
Cara membuat isim jama' mudzakkar salim:

“akhir kata isim mufrod ditambahkan dengan wawu dan nun yang didahului oleh harokat dhommah atau dengan ya’ dan nun yang didahului oleh harokat kasroh, dengan nun berharokat fathah”

2.      Jama' Muannats Salim (جَـمْـعُ الـمُـؤَنَّـثِ السَـالِـمُ)
Yaitu Isim yang menunjukan jumlah banyak untuk perempuan.
Misal:
Para muslimah
(مُـسْلِـمَـاتٌ - مُـسْـلِـمَـاتٍ) (muslimaatun atau muslimaatin)
Cara membuat jama' muannats salim:

“ta’ marbutoh pada isim mufrod muannats dihilangkan, kemudian harokat akhir dijadikan fathah, lalu ditambahi dengan alif dan ta’”

3.      Jama' Taksir (جَـمْـعُ التَـكْسِـيْـر)
Yaitu Isim yang menunjukan jumlah banyak, tetapi benjuk jama’ tersebut tidak beraturan.
Misal :
§  para lelaki (رِجَـالٌ), isim mufrodnya (رَجُـلٌ)

§  para ulama (عُـلَـمَـاءُ), isim mufrodnya (عَالِـمٌ)

§  Pena-Pena (اقلام), isim mufrodnya (قلم)

§  gunung-gunung (جِـبَـالٌ), isim mufrodnya (جَـبَلٌ)

Jama' taksir memiliki banyak pola dan tidak teratur, tidak seperti halnya jama' mudzakkar salim dan jama' muannats salim yang hanya memiliki satu pola. Untuk mengetahui jama' taksir suatu isim, maka sering-seringlah “melihat kamus”.
  • Asmaaul khomsah (الأسْمَـاءُ الخَـمْـسَـةُ) / Isim-isim yang lima.

Yaitu lima macam isim yang bentuk dan perubahannya sama, yaitu:
    1. أبُـوكَ - أبـَاكَ - أبـيـْكَ --> Bapakmu

    1. أخُـوكَ - أخـاكَ - أخِيـكَ --> Saudaramu

    1. حَـمُـوكَ - حـَمَـاكَ - حَـمـِيكَ --> Iparmu

    1. فـُوكَ - فـَاكَ - فِـيــكَ --> Mulutmu

    1. ذُو مـَال - ذَا مَـالٍ - ذِي مـَالٍ --> Yang memiliki harta.

  • Isim Maqshur (المَـقْصُور)

Yaitu isim yang berakhiran alim laazimah (ى), yang sebelumnya berharokat fathah.
Misal:

Pemuda
(الفَـتَى), Petunjuk (الهُـدَى), Musa (مُـوسَى)

  • Isim Manqush (المَنـْقُوص)

Yaitu isim yang berakhiran ya' laazimah (ي), yang sebelumya berharokat kasroh.
Misal:

Pemberi petunjuk
(الهَـادِي), Hakim (القَـاضي), Pezina (الـزَانـِي)

  • Isim Ghair Munsharif (غَيْر مُنْصَرِف)

Yaitu isim yang tidak bisa ditanwin di akhir katanya,
Misal:
o    Aisyah (عائِشَةُ), tidak bisa dibaca tanwin : (عائِشَةٌ)

o    Ibrohim (إبراهيمُ), tidak bisa dibaca tanwin : (إبراهيمٌ)

o    Masjid-masjid (مَسَاجِدُ), tidak bisa dibaca tanwin : (مَسَاجِدٌ)
·         Isim Ma’rifat
Yaitu isim/lafadz yang menunjukan benda tertentu
Misalnya: lafadz زَيْدٌ, menunjukan orang yang bernama Zaid.
هذا الِكتَابُ, menunjukan kitab yang ditentukan oleh mutakalim  (pembaca)
جاكرتا, menujukan kota yang bernama Jakarta, dan sebagainya.
Isim Ma’rifat itu ada lima macam yaitu:
1.      Isim mudhamir, seperti lafadz: أنا (saya), أنتَ (kamu)
2.      Isim ‘alam (nama), seperti lafazd: زَيْدٌ (nama orang), مكة (nama kota)
3.      Isim Mubham (misteri), seperti lafazd: هذا (ini-untuk menunjukan satu perkara yang di anggap mudakar, هذه (ini- untuk menujukan satu perkara yang dianggap muannats, هؤُلَاءِ) ini-menunjukan jama’musdakkar dll
4.      Isim yang diberi alif lam, seperti lafazd: الرَّجُلُ, اْلغُلَامُ, dll
5.      Isim yang di-idhafkan kepada salah satu diantara yang empat bagian ini (yaitu isim mudhmar, isim ‘alam, isim mubham, dan isim yang diberi alif lam,) misalnya: contoh yang di-idhafat-kan kepada isim mudhmar seperti lafazd: غُلَامِيْ (pelayanku) asalnya غُلًامٌ (pelayan) dan, أنا (aku), lalu digabungkan menjadi satu sehingga jadilah غُلَامِيْ.
Contoh yang di-idhafah-kan kepada isim ‘alam, seperti contoh lafazd: غلام زيدٍ (pelayan Zaid), asalnya غلامٌ (pelayan) dan زيدٌ(Zaid)
Contoh yang di-idhafah-kan kepada isim mubham, seperti contoh lafadz: غلامٌ هذا, (pelayan ini), asalnya غلام (pelayan( dan هذا (ini)
Contoh yang di-idhafah-kan kepada yang ber-alif lam, seperti contoh lafadz غُلَامُ الّرجُلِ (pelayan laki-laki), اِسْمُ اللهِ (nama Allah)
·         Isim Nakirah
Isim nakirah ialah setiap isim yang jenisnya bersifat umum yang tidak menentukan suatu perkara dan lainnya. Singkatnya ialah, setiap isim yang layak dimasuki alif dan lam,
Seperti contoh:, الرّجلُ dan الغلامُ, asalnya رَجُلٌ dan غُلَامٌ,
Adapun pengertian yang lain,
Yaitu isim/lafadz yang menunjukan kepada satu perkara yang tidak ditentukan
Misalnya lafazh: رَجُلٌ, artinya laki-laki yang tidak di tentukan (bersifat umum), yakni dapat ditunjukan kepada setiap laki-laki. Atau misalnya lafazh: كِتَابٌ, artinya kitab yang tidak di tentukan, yakni dapat ditunjukan kepada setiap kertas yang bertuliskan sesuatu ilmu.
Tetapi kalau diberi alif dan lam, maka pengertiannya ditujukan kepada seorang laki-laki tertentu, tidak bersifat umum seperti isim nakirah tadi. Demuikian pula contoh-contoh yang lainnya.
Pertanyaan:
  1. Apa perbedaan ilmu nahwu dan shorof?
  2. Sebutkan macam-macam isim ditinjau dari jenis dan jumlahnya, disertai dengan contoh.
  3. Buatlah isim mufrod berikut menjadi isim mutsanna dan jama' mudzakkar/muannats salim:
    • طَالِبٌ (Tholibun = murid)
    • مُؤمِنَةٌ (Mu'minatun = seorang mukminah)
.
  1. Cari di kamus apa jama' taksir dari (عَيْنٌ)('Ainun = mata)
  2. Apa saja kelima isim yang disebut asmaaul khomsah
  3. Apa beda isim maqshur dengan isim manqush?
  4. Apa yang dimaksud Isim Ghair Munshorif
Daftar pustaka
K.H.MocH.Anwar, Ilmu Nahwu Terjamah Matan Al-Ajurumiyyah dan ‘Imrity, Sinar Baru  Grafindo, Bandung, 2009.
http://www.freewebs.com/arabindo/w03.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar